Demak Bintoro (#2)

Raden Fattah Sultan Demak Pertama

Sebagai kerajaan Islam yang pertama di pulau Jawa, nama Demak Bintoro sangat terkenal di kalangan masyarakat jawa, kususnya Jawa Tengah. Lebih-lebih Kerajaan Islam Demak mewariskan salah satu kejayaanya yaitu Masjid Agung Demak yang hingga kini masih selalu dikunjungi oleh para peziarah serta wisatawan domestik maupun mancanegara (Demak menduduki rangkin ke 2 setelah Candi Borobudur dalam hal banyaknya jumlah pengunjung).
Baik menurut sumber-sumber tradisional (serat, babad, hikayat, dll) maupun sumber-sumber asing memberikan keterangan bahwa pendiri kesultanan Demak adalah Raden Fattah. Ia adalah putra raja Kertabumi yaitu raja Majapahit yang terakhir, dari buah perkawinannya dengan seorang putri China. Hanya saja waktu ibunya hamil 7 bulan akhirnya diterimakan kepada Arya Damar Adipati Palembang. Uraian Babad tanah Jawi banyak memberi kesan bahwa Raden Fattah adalah saudara sebapak dengan Arya Damar. Hal itu sama sekali tidak benar, karena menurut kronik tionghua dari klenteng Semarang, Arya Damar adalah putra Hyang Wisesa dan ayah Raden Fattah adalah Kertabumi. Hyang Wisesa memerintah dari tahun 1389M sampai 1427M, dan Kertabumi memerintah dari tahun 1474M sampai 1478M. Keduanya memang putra raja Majapahit namun berbeda baik bapak maupun ibunya. Dari kronik Tionghoa Semarang, kita ketahui bahwa Raden Fattah wafat pada tahun 1518 dalam usia 63 th. Demikian lah RaDEN Fattah di lahirkan kira-kira dalam tahun (1518-63 th)=1455M. Dari kronik tionghoa kita ketahui juga bahwa arya damar mengasuh Raden Fattah dari tahun 1456M-1474M. di sini terdapat selisih satu tahun. Selisih itu timbul akibat pemindahan tahun klenteng Semarang ke tahun Masehi melalui tahun pemerintahan Kaesar Yung lo. Kiranya tahun 1456 itu masih perlu di ubah menjadi tahun 1455. Dengan jalan demikian, maka berita itu akan cocok dengan berita dalam babad tanah jawi, bahwa Raden Fattah di lahirkan di Palembang.Diceritakan pula bahwa Prabu Brawijaya, Hyang Wisesa/Wikrama Wardhana suami Kusuma Wardhani yang memerintah tahun 1389-1427M juga kawin dengan ni Endang Sasmitapura, yang akhirnya menurunkan Arya Damar, yang selanjutnya menjadi Adipati Palembang.
Setelah dewasa Raden Fattah berngkat ke Jawa untuk mengabdi kepada raja Majapahit. Namun setelah sampai di Jawa bertemu Pangeran Modang Cirebon, akhirnya dari pertemuan itu Raden Fattah mengurungkan niatnya mengabdi ke Majapahit karena ia lebih suka mendalami agama Islam kepada Sunan Ampel di Surabaya. Setelah cukup menguasai agama Islam atas nasehat Sunan Ampel, Raden Fatah disuruh berpindah ke suatu tempat di mana akan di temukan tamnaman glagah yang wangi baunya. Menurut suara hati Sunan Ampel, kemungkinan tempat itu lama kelamaan akan menjadi sebauah praja yang dikenal di kemudian hari sebagai praja kebintaran (Bintara)
Dari bumi Bintara, Kerajaan Islam yang pertama-tama di tanah Jawa ini akan muncul, kemudian segera didirikan masjid tempat beribadah, dan Sunan Ampel berpesan agar raden Fattah tetap akrab dan saling asih dengan para aulianya. Kerajaan Demak makin besar, Raden Fattah berkeinginan menyerang Majapahit yang belum Islam, namun Sunan Ampel tidak merestuinya. Sunan Ampel mengingtkan Adipati Demak agar bersabar dulu jangan sampai mendahului kehendak Tuhan. Adipati Demak diminta untuk bersabar menunggu setahun lagi. Selagi Brawijaya mengijinkan Islam berkembang di bumi Jawa, Majapahit jangan di serang. Namun setahun kemudian Majapahit akhirnya diserbu raja Keling Prabu Ranawijaya Girindra Wardana (kerajaan timur laut kota Daha). Dalam babad tanah Jawa gubahan Ny. Fruinmees yang merujuk pada naskah dan tulisan yang di temukan di Jawa Timur, diceritakan bahwa Prabu Ranawijaya Girindra Wardana pada tahun 1478 M berperang melawan Brawijaya V (Kertabumi). Kota Majapahit diserang dan Prabu Brawijaya V menemui ajalnya di dalam keraton. Dengan memepertimbangkan keterangan di atas kita akan berfikir bahwa bila yang menyerang Majapahit adalah Raden Fatah, penalaranya tidak selaras (tidak masuk akal) karena:

  • Raden Fattah serta sebagian besar para wali itu masih keluarga dekat dengan para penguasa Majapahit.
  • Pertolongan para penguasa Majapahit pada penyebaran agama Islam sangat besar.
  • Di seluruh negara bawahan Majapahit (Daha, Wengker, Matahun, Lasem, Pajang, Paguhan, Kahuripan, Singosari, Mataram,Wirabumi, Pawanuhan) sudah banyak yang beragam Islam, diantaranya adalah saudagar-saudagar dari Gujarat dan para pedagang China.

Diantara negara-negara bawahan, Daha dikatakan sebagai negara bawahan yang paling utama. Hal itu di sebabkan, karena Daha memegang peranan penting sesudah Majapahit. Pada awal pembentukan Majapahit, yang ada hanya Majapahit dan Daha. Setelah runtuhnya Majapahit(1478M) mak Raden Fattah dengan dukungan par wali berkuasa penuh di kerajaan Demak. Negara Demak semakin kuat, seluruh tanah jawa mengaku akan kekuasaanya, bahkan seluruh jajahan Majapahit pun mengayom pada Demak. tak ada kecualinya, kesemuanya telah menjalankan ibadah menurut agam Islam.

Bersambung di postingan berikutnya

11 pemikiran pada “Demak Bintoro (#2)

  1. mas karena yang ditulis adalah cerita sejarah, alangkah baiknya kalo ditulis referensinya, hal ini untuk menelurus kebenaran cerita sejarah sebab banyak versi sejarah yang beredar di masyarakat, bahkan tak dipungkiri mitos2 yang tidak masuk akan sering kali disisipkan dalam cerita sejarah.

  2. terimakasih telah berbagi pengetahuanya tentang sejarah..
    hehehe kira-kira sejarah kangluk gimana sekarang,gak tau kabarnya nich….kangen diskusi dan bercandanya.

    salam peace sob

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s